Polemik Anjing
Polemik Anjing Tidak ada makhluk yang namanya paling sering dipanggil manusia dalam keadaan marah selain anjing. Lalat yang mengganggu disebut lalat anjing. Preman yang bermasalah dipanggil preman anjing. Seseorang yang membuat kesal diteriaki anak anjing. Menariknya, anjing itu sendiri jarang diberi kesempatan membela diri. Ia tidak hadir di forum bahasa, tidak duduk di meja peradaban, dan tidak pernah menandatangani kontrak sosial dengan manusia. Namun namanya terus dipinjam—tepatnya: dicuri—untuk mewakili segala bentuk kekesalan, kegagalan, dan keburukan. Padahal, jika ditanya secara jujur, anjing tidak pernah berbuat sejauh itu. Anjing tidak pernah korup. Anjing tidak pernah berkhianat demi jabatan. Anjing tidak pernah menggonggong nilai moral sambil mencabik di belakang. Namun justru namanyalah yang paling sering dijadikan makian. Di sisi lain, kita hidup dalam paradoks yang lucu sekaligus ironis. Anjing yang sama, dengan spesies yang sama, bisa memiliki martabat yang sangat ...